![]() |
| Ibrahim Bazhier Ketua Karteker KNPI Kota Binjai |
MAWARNEWS.COM/BINJAI
Ketua Karteker DPD KNPI Kota Binjai Ibrahim Bazhier, mengingatkan kepada awak media dan masyarakat, bahwa wacana Polisi Republik Indonesia (POLRI) dibawahi kementrian khusus, dalam keadaan sekarang ini belum tepat. Saat bertemu di kesekretariatan DPD KNPI Kota Binjai, di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (29/01/2026).
Ibrahim juga mengajak kita flashback sebelum reformasi Indonesia, Polisi adalah sebuah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang dahulu bergabung dengan 3 Matra lain, kurang humanis, kental dengan militeristik, jauh dari persuasif dalam penanganan massa, terutama kepada masyarakat umum. Tidak seperti sekarang, Polisi lebih humanis, mengedepankan persuasif, dan lebih bermasyarakat.
Ibrahim mengatakan "dulu polisi di ABRI, gabungan 4 matra, kurang humanis pada saat itu, lalu keluarlah TAP MPR No. VI/MPR/2000 dan TAP MPR No. VII/MPR/2000 mereformasi Polri Berpisah dengan TNI, dan sekarang berkembang lebih baik, karena POLRI sebagai penindak warga sipil, juga terikat aturan hukum yang sama, dengan masyarakat yang diayominya, lalu kesadaran masyarakat kita akan taat hukum sekarang ini belum juga tinggi, sehingga Polisi sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, juga perlu mengambil langkah-langkah cepat dilapangan, kalau langsung dibawah Presiden seperti sekarang lebih efektif, dan mudah untuk mendapatkan perintah langsung, dalam menjaga stabilitas sosial maupun nasional" pungkasnya.
![]() |
| Lambang Tribrata Kepolisian Republik Indonesia |
Diketahui sistem POLRI di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersifat nasional dan terpusat. Sedangkan polisi di Amerika Serikat terdesentralisasi (local, county, federal) sesuai dengan negara bagiannya. Begitu juga di Jepang, Kepolisian Jepang (Badan Kepolisian Nasional) diawasi oleh Komisi Keamanan Publik Nasional, membuatnya lebih apolitis dan bebas dari kendali pemerintah langsung.(Van Nst)

