![]() |
| Ibu Fatmah yang sempat dibuat pensiun pada data-datanya, Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, padahal masih Aktif Hingga 2026 Desember. |
MAWARNEWS/MEDAN
Ibu Fatmah salah satu Guru di Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Asahan kembali membongkar kezaliman Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, kepada awak media mawarnews bersama Rampas DPD Kota Medan, di Jl Perwakilan I, No.8 Medan, kejanggalan yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, sabtu (22/11/2025).
Fatmah mengatakan "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Haji Prabowo Subianto.Saya Fatmah Guru ASN, SDN 016544 Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan,Provinsi Sumatera Utara.Dana sertifikasi saya sudah 10 tahun tidak dibayarkan pak, saya ikut PLPG di tahun 2014, dan punya sertifikat pendidik, tapi di putusan Pengadilan Negeri Kisaran tentang perkara saya ini, saya dibuat PPG, saya merasa Hakim tidak tepat dalam keputusan akhir ini. Di aplikasi, yang melampirkan sertifikasi, saya aktif pak, dengan Ijazah SMA, saya telah mengabdi 30 tahun lebih, tolong perhatikan saya dan kawan-kawan pak, masih banyak yang belum terbayar sertifikasinya di Kabupaten Asahan ini, saya dan kawan-kawan sempat dibuat pensiun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, ketahuan saat saya dan kawan-kawan ke Kemendikbud tahun 2019. Video ini adalah bukti saya masih mengajar aktif. Tolong bantu kami yaa pak, terima kasih Presiden kami, Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh".
Ketua DPD Rampas Setia 08 Berdaulat Leo Simbolon S.T menyatakan "inilah kecurangan sistematis itu, kami menduga ini ulah si Bahren Nasution karena dia selaku operator Dinas Pendidikan dari tahun 2014 sampai dengan sekarang, ibu ini dizalimi datanya, belum pensiun tapi dibuat pensiun, ini tindak pidana serius, dipenjara itu seharusnya para aparatur yang ada Disdik Kabupaten Asahan itu, " terangnya.
Sekretaris DPD Rampas Setia 08 Berdaulat Kota Medan Ferianto Manurung mengungkapkan "kasian ibu ini dan kawan-kawannya , kami dapat data yang dicurangi sekitar belasan orang, tapi cuma ibu ini yang berani mengungkapkan secara terbuka, kami menduga banyak intimidasi yang dilakukan kepada Guru-guru yang ada di Kabupaten Asahan ini, sehingga begini kejadiannya" ungkapnya.
Wakil Ketua DPW Rampas Setia 08 Berdaulat Sumatera Utara membeberkan "yang dilakukan Disdik Kabupaten Asahan, kami menduga ini memang sengaja di mistifikasi, guru-guru di Kabupaten Asahan ini pintar mengajar murid, tapi dibuat bodoh secara administrasi, dugaan ini korupsi rapi, turun temurun, beranak pinak, dan hasilnya dinikmati mereka bersama" bebernya.
![]() |
| Data yang mengagetkan dari Kemendikbud Tahun 2019, Ibu Fatmah dibuat Pensiun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan (Dok: Fatmah dari Kemendikbud) |
Ketua Umum DPP Rampas Setia 08 Berdaulat Teuku Helmi berpesan, "rampas harus berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, saya dengar ada sampai yang pensiun tidak menerima bonus sertifikat Pendidik itu. teganya mereka mendzolimi guru-guru, seharusnya Disdik Kabupaten/Kota itu memperbaiki pendataan Guru-guru senior seperti ibu Fatmah ini, agar segera mendapatkan sertifikasi, mereka - mereka yang merugikan rakyat harus segera ditindak tegas, itu arahan Presiden Republik Indonesia, Dewan Kehormatan kita di Rampas Setia 08 Berdaulat, Haji Prabowo Subianto" pungkasnya. (Jansen.R)

