![]() |
| Kelompok Diskusi Berpikir Rasional (BERAS) gelar Diskusi Seri Logika bertajuk "Nalar Perkakas Analisis" Bersama H. Dadang Darmawan Pasaribu, S.Sos., M.Si., (Dok.Istimewa) |
MAWARNEWS.COM/BINJAI
Kelompok Diskusi Berpikir Rasional (BERAS) gelar Diskusi Seri Logika bertajuk "Nalar Perkakas Analisis", bertempat di Anshari Cafe, Jl. Lintas Sumatera No.184, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara (07/10/2026).
Diskusi yang berlangsung selama tiga jam tersebut menghadirkan narasumber H. Dadang Darmawan Pasaribu, S.Sos., M.Si., seorang akademisi, pengamat politik, dan tokoh masyarakat asal Sumatera Utara.
Dadang mengupas sejarah perkembangan masyarakat Yunani sebelum sebelum dan sesudah munculnya abad pemikiran yang digagas para kaum Sofis (Intelektual). Pada zaman tersebut tidak mudah untuk memberi pencerahan, tantangan berupa kurungan/penjara dan kematian.
Era digitalisasi sekarang adalah sebuah keberlanjutan dari perkembangan pikiran manusia, menghadapi ini perlu penalaran dalam menyelesaikan banyaknya permasalahan di tengah masyarakat. Nalar sangat diperlukan sebagai perkakas menganalisa, sehingga penyerapan informasi yang di dapat berupa fakta, akurat, dan nyata.
Dadang mengatakan "Penggunaan AI terus menerus, bahkan tanpa dibatasi usia tertentu, cukup mengkhawatirkan, karena dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis manusia, saya juga khawatir, perkembangan AI menuju kecerdasan super suatu saat nanti, bisa melampaui kemampuan kendali manusia, dan itu sangat berbahaya," ujarnya.
![]() |
| Kelompok Diskusi BERAS (Berpikir Rasional) (Dok.Media) |
Untuk mengelola hal tersebut perlu nalar sebagai perkakas analisa. Gerakan Kultural diperlukan, kita perlu melakukan refleksi apa yang dilihat, di dengar, dipikirkan dan yakini, selanjutnya menguji itu semua. Kemudian kita juga perlu Gerakan Struktural dimana pemerinta berperan aktif mengawasi, meregulasi penggunaan AI di masyarakat, terkhusus anak pada usia sekolah.
Acara yang di pandu Adriadi Ajo yang juga Toke BERAS dihadiri aktivis lintas generasi. Terutama generasi Millenial dan Gen Z.
Adriadi menyatakan "Sharing seperti ini sangat menarik untuk pencerahan para anak muda, harapan kami kelompok diskusi BERAS bisa menjadi dapur kaum Intelektual di Kota Binjai," pungkasnya. (Van Nst).

